10 tahun bom bali

Julia Gillard Sibukkan Paspampres

Kompas.com - 13/10/2012, 13:00 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mungkin orang yang paling disibukkan dalam kunjungan Perdana Menteri Australia Julia Gillard ke Monumen Bom Bali di Ground Zero, Kuta, Sabtu (13/10/2012). Bukan karena ancaman teror, melainkan karena keramahan PM Gillard yang wara-wiri mendatangi wisatawan Australia dan wartawan.

Kunjungan PM Gillard di Monumen Bom Bali pagi tadi tak hanya bertujuan memberi penghormatan dan mengenang korban bom Bali 10 tahun silam. PM Gillard juga sempat meluangkan waktu menyapa warganya yang tengah berlibur ke Bali. Dirinya bahkan tak keberatan mendatangi "podium" fotografer dan kamerawan untuk memberi angle gambar terbaik.

Di depan wartawan nasional dan asing, Julia Gillard menunjukkan "kemesraannya" dengan salah seorang veteran perang Korea asal Australia yang turut menghadiri peringatan 10 tahun bom Bali.

Jarak PM Gillard dengan wartawan yang sangat dekat membuat Paspampres terus waspada akan potensi ancaman keselamatannya.

Ada satu pemandangan menarik saat PM Gillard memberi keterangan pers kepada wartawan di depan Monumen Bom Bali. Salah seorang juru kamera stasiun televisi Australia, Rob Brown, meletakkan reflektor tepat di atas kepalanya. Berbeda dengan beberapa kepala negara tertentu, PM Gillard tampak tak merasa terganggu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau